Bagi sebagaian orang sidang pleno DPR adalah suatu wahana musyawarat bagi para wakil rakyat yang lekat dengan kericuhan, adu argument, hujan interupsi (kalo hujan duit enak kali yah..??? hehehe), tidak hanya itu menelisik dari ruh harmonisasi/ keteladanan umumnya masyarakat hanya menangkap sisi amburadulnya dibanding jalan perjuangan yang dilakukan oleh para kaum ellite ini,. kendati demikian dan apapun bentuk dinamika yang terjadi di gedung wakil rakyat tersebut. ternyata terselip beberapa fenomena unik yang terjadi disana, salah satunya masih ingat tentang gaya - pembawaan sidang yang di aping oleh wanita tuan paruh baya asal tanah sunda ini. berikut Catatan hirup rangkum dalam fenomena unik yang terjadi di gedung wakil rakyat ini, yang di ambi dari beberapa sumber dan kami menyunting/ mengambil dari salah satu blog kenamaan please klick kabayansumedang.blogspot.com
Sabar itu ada batasnya?
Sabar itu ada batasnya, ini adalah pemahaman yang sangat fatal. Dengan
pemahaman seperti ini akan menyebabkan hati menjadi rapuh tidak akan
tegar menerima segala ujian atau musibah dari Allah, yang akhirnya
mengakibatkan batin menjadi “merana” banyak orang yang lepas kontrol
dengan dalih “ sabar itu ada batasnya.”
Sesungguhnya sabar itu adalah perintah Allah swt, dengan demikian tidak akan ada batasnya. Ini sama saja halnya dengan shalat lima waktu, hanya bedannya, bila sholat dilakukan pada waktu-waktu tertentu sedangkan sabar dilakukan pada saat awal tertinpa musibah. Sedangkan musibah itu selama kita hidup tidak pernah akan berhenti
Seperti yang tertera dalam firman Allah berikut ini:
Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang ada di bumi sebagai perhiasan bagi manusia, agar kamu menguji mereka siapakah di antara mereka yang terbaik perbuatannya. (Al-Kahfi (18):7)
Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan saja mengatakan : “ kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi?(Al-Ankabuut (29):2)
Bahkan dalam hadist Nabi di tegaskan bahwa musibah itu merupakan indikator kecintaan Allah kepada hambanya (“ Sesungguhnya apabila Allah mencintai seseorang hamba maka Dia tenggelamkan hamba tersebut kedalam cobaan, Barang siapa yang tidak pernah mengalami musibah, maka ia jauh dari kasih sayang Allah”). Bukankah dengan musibah itu berarti Allah memberikan peluang kepada kita untuk memperoleh pahala yang sangat dibutuhkan dalam “ kehidupan abadi” nanti?
Sabar itu tidak hanya di lakukan ketika menerima musibah saja namun juga harus di lakukan pada waktu diberikan kesenangan. Karena ujian Allah itu tidak hanya terdapat dalam kesusahan saja, namun terdapat juga dalam kesenangan, kebanyakan orang justru lalai menjalankan sabar bila di beri kesenangan.
Coba renungkan firman Allah berikut:
Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. ( Al-Bawarah(2)”153)
Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang ada di bumi sebagai perhiasan bagi manusia, agar kamu menguji mereka siapakah di antara mereka yang terbaik perbuatannya. (Al-Kahfi (18):7)
Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan saja mengatakan : “ kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi?(Al-Ankabuut (29):2)
Bahkan dalam hadist Nabi di tegaskan bahwa musibah itu merupakan indikator kecintaan Allah kepada hambanya (“ Sesungguhnya apabila Allah mencintai seseorang hamba maka Dia tenggelamkan hamba tersebut kedalam cobaan, Barang siapa yang tidak pernah mengalami musibah, maka ia jauh dari kasih sayang Allah”). Bukankah dengan musibah itu berarti Allah memberikan peluang kepada kita untuk memperoleh pahala yang sangat dibutuhkan dalam “ kehidupan abadi” nanti?
Sabar itu tidak hanya di lakukan ketika menerima musibah saja namun juga harus di lakukan pada waktu diberikan kesenangan. Karena ujian Allah itu tidak hanya terdapat dalam kesusahan saja, namun terdapat juga dalam kesenangan, kebanyakan orang justru lalai menjalankan sabar bila di beri kesenangan.
Coba renungkan firman Allah berikut:
Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. ( Al-Bawarah(2)”153)
- Bagaimana menurut Sobat setelah membaca tulisan diatas!??
- Apakah Sabar itu Ada Batasnya..?
Langganan:
Postingan (Atom)
